Tak Terima Aksinya Dihalangi, Diduga Penambang Ilegal di Mandiodo Serukan Tabrak Warga dengan Mobil Truck

Ketgam, Ichwan Humas PT.KMS 27 (kiri) sedang menahan aktivitas kendaraan tambang yang diduga ilegal. Oknum penambang sedang mengarahkan mobil dump truk agar menabrak warga yang menghalangi aktivitas mereka (kanan).

ANOAPOS.COM | KONUT – Aksi penambangan yang diduga ilegal semakin brutal dan memprihatinkan, kali ini terjadi di wilayah Desa Mandiodo Kecamatan Molawr Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada beberapa hari .

Hal itu terlihat dari video amatir yang beredar luas di masyarakat. Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik tersebut, tampak terdapat beberapa orang yang menghalangi jalan sekolompok truck yang diduga para penambang ilegal. Parahnya, para penambang itu menginstruksikan kepada supir mobil truck untuk menabrak orang yang menghalangi aksinya.

“Tabrak!!! Tabrak!!!” Teriak seseorang yang diduga kelompok penambang ilegal sambil mengarahkan sopir Dumptruck untuk menabrak orang-orang yang berdiri menghalangi truck agar tidak melintas untuk menambang.

Aksi ini sontak membuat geram masyarakat setempat. Karena kegiatan penambangan ilegal yang kian marak bahkan telah mencemari sumber-sumber air milik warga.

BACA JUGA:  Tingkatkan Ketahanan Pangan,Kadis PMD Panen Sayur Di Ambake

Setelah diselidiki, rupanya jalan yang dilintasi kelompok truck tersebut adalah akses yang dibangun oleh PT Karya Murni Sejati 27 (PT KMS) menuju wilayah hutan dimana PT. KMS mendapatkan izin pinjam pakai kawasah hutan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh pihak PT. KMS 27 bahwa perusahaan sedang menghentikan kegiatan penambangan di wilayah tersebut sejak 16 September 2021 akibat sedang dalam penyelesaian proses hukum.

“Perusahaan sedang berhenti sementara sejak 16 September 2021. Namun faktanya banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang justru memanfaatkan situasi sehingga secara tanpa izin melakukan kegiatan penambangan di wilayah kami,” jelas Ichwan Humas PT KMS kepada media pada (03/03/2022).

Penambangan Ilegal Diduga Melibatkan ANTAM?.
PT. KMS sendiri telah melaporkan berbagai kejadian penambangan yang diduga ilegal di wilayahnya kepada aparat yang berwenang. Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut yang berarti. Justru penambangan semakin marak dan brutal. Apakah ada oknum yang membekingi?

BACA JUGA:  PENGURUS DPD PJI SULTRA PERIODE 2022-2023, RESMI DILANTIK

Berdasarkan hasil penelusuran dan informasi dari narasumber yang ada, pihak yang melakukan penambangan tanpa izin di wilayah hutan PT.KMS 27 adalah PT Lawu Agung Mining (PT LAM) dan PT Trimegah Pasifik Indonusantara (PT TPI) di bawah kendali oknum AS.

Bahkan, penambangan ilegal oleh PT.LAM di wilayah IPPKH PT KMS pernah menjadi temuan BPPHLHK dan Dinas LH Kabupaten Konut dalam Berita Acara Pemeriksaan PT KMS. Namun tidak ada tindakan lebih lanjut atas temuan tersebut.

PT.KMS sempat mencoba menyampaikan klarifikasi kepada PT.LAM mengapa melakukan kegiatan penambangan di wilayahnya.

PT LAM menjawab bahwa kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan kontrak kerja dengan PT Antam Tbk. Padahal, IPPKH dan RKAB PT Antam Tbk tidak sampai pada wilayah tersebut.

Keterlibatan PT Antam Tbk juga sempat terlihat ketika PT KMS memblokir jalan hauling miliknya agar para penambang ilegal tidak masuk. Namun, yang hadir paling depan untuk membongkar palang tersebut adalah karyawan PT Antam Tbk.

BACA JUGA:  DPD KNPI Konkep Minta APH , Lidik Dugaan Korupsi, Bansos Program Beasiswa Wawonii Cerdas

Penambangan ilegal adalah tindak pidana yang sangat merugikan masyarakat, khususnya di daerah. Sumber daya alam yang seharusnya membawa kesejahteraan, justru menjadi malapetaka akibat ulah para penambang ilegal. Keterlibatan BUMN dalam tindakan tersebut akan menjadi pukulan telak akan wibawa negara dihadapan rakyatnya.

” Oleh karenanya, aparat seharusnya segera bertindak untuk memberantas penambangan ilegal yang kian marak di wilayah Mandiodo, Konawe Utara,” harap Ichwan.

Untuk diketahui, sampai berita ini diturunkan, Pihak PT.LAM dan PT.TPI belum dapat dikonfirmasi terkait aktivitas penambangan nickel mereka yang diduga berada di kawasan hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi