DAERAH  

Kajati Sultra Gelar Konfrensi Pers ,Paparkan Kinerja

Ketgam, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (tengah).

ANOAPOS.COM | KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang ke 62, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar konferensi pers sekaligus, memaparkan kinerja Kejaksaan tinggi di tahun 2021 sampai 2022, bertempat di aula kejaksaan tinggi Sultra , Jumat (22/7/2022).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra menjelaskan bahwa, pada tahun 2022 Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara,untuk penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi sebanyak 19 kasus, sedangkan penanganan perkara yang menonjol sebanyak 11 kasus yang meliputi bidang sumber daya alam sebanyak 6 perkara, dan bidang perbankan 1 perkara, serta bidang mafia tanah 4 ( empat ) perkara,” ucap Raimel Jesaja.

Dikatakan, kasus tindak pidana korupsi jajaran Kejaksaan Tinggi Sultra telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebanyak
Rp.22.968.000.000 ,” tuturnya

Sedangkan di tahun 2021 Kejaksaan Tinggi Sultra, melalui bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) berhasil menyelamatkan keuangan negara sebanyak Rp. 139.345.696.000,-  (Tanah P2ID Pemprov. Sultra), dan Rp. 827.206.000,- (PT PLN Persero) (Sulmin) (Penyelamatan Non Litigasi). Dan pemulihan keuangan negara Rp.15.000.000,- (PT. Bank BRI Persero), Rp.50.000.000,- (Bank Pembangunan Daerah Sultra).

BACA JUGA:  Kapolres Konut, AKBP Priyo Utomo Gelar Kunker Ke Pemda Konut

Selanjutnya, pada tahun 2022 mulai Januari hingga Juli, Kejaksaan Tinggi Sultra telah berhasil menyelamatkan keuangan negara melalui bidang Datun yakni penyelamatan terhadap aset tanah UHO seluas 10.800 M2 atau senilai Rp.16. 200.000.000.-
(enam belas milyar dua ratus juta rupuah) dan penyelamatan aset tanah pemprov seluas 47.242 Ha senilai Rp.165. 347.000.000 ,- (seratus enam puluh lima milyar tiga ratus empat puluh tujuh rupiah).

Pada bidang perdata dan tata usaha negara Kejaksaan Tinggi Sultra berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp.181.547.000.000,- (seratus delapan puluh satu milyar lima ratus empat puluh tujuh juta rupiah).

BACA JUGA:  Sambut HUT Konut Ke-16, Pendaftar Calon Peserta Pameran UMKM Bakal Membludak

Kemudian, bidang pidana umum, Kejaksaan Tinggi Sultra pada periode Januari sampai Juli 2022 berhasil menghentikan perkara tuntutan melalui Restorative Justice sebanyak 13 perkara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Raimel Jesaja, SH.,MH menegaskan, bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjalankan berbagai tugas sebagai penegak hukum dengan profesional serta amanah sebagaimana harapan masyarakat.

“Kejaksaan Tinggi Sultra, akan terus berusaha optimal dalam menjalankan tugas sesuai undang-undang dan bertugas secara profesional,”

Selain itu, Kajati Sultra juga menjelaskan tata cara penanganan restorativ justice (RJ) diperuntukan untuk kasus tertentu yakni kasus dibawah anggaran 5 Jutaan. Namun, RJ tidak serta merta kita terapkan namun ada mekanismenya, terlebih dahulu ada perdamaian antara kedua belah pihak.

BACA JUGA:  KSO MTT Mendapat Dukungan Pemerintah Desa Mandiodo Masyarakat

“Program restorativ justice merupakan terobosan atau ide Kejaksaan Agung RI dan penanganan program tersebut kita akan usulkan nilai anggaran maksimal 10 Juta taksiran kerugian negara ,” tutup Raimel Jesaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi