Nelayan Teluk Lasolo, Wajib Mendapat Dukungan dan Perlindungan Khusus

Ketgam, Mahasiswa Doktoral Pasca Sarjana IPB, Muh.Ariston,ST.Pi

ANOAPOS.COM | KONUT – Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dan perlindungan yang lebih konkrit , Nelayan yang berada di wilayah Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Wajib mendapat dukungan dan perhatian khusus dari seluruh pihak stakeholder.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh mahasiswa Doktoral pasca Sarjana Ilmu Pertanian Bogor (IPB), Muh.Ariston ,ST.Pi saat menggelar Focus Gruop Diskussion (FGD) bersama Kelompok Nelayan PAAP Teluk Lasolo di Balai Desa Laimeo Kecamatan Sawa, Sabtu (30/07/2022).

” Setelah saya kelapangan dan bertemu dengan para Nelayan termasuk nelayan yang terhimpun didalam Kelompok Nelayan PAAP Teluk Lasolo, saya melihat banyak hal yang harus dan wajib ditingkatkan pendampingan, pembinaan dan dukungan serta perhatian khusus dari seluruh pihak pemangku kebijakan meskipun Pemerintah sudah banyak membantu masyarakat nelayan. Mulai dari dukungan perlindungan hukum, ekonomi dan ketersediaan sarana dan prasarana kepada nelayan di wilayah ini ,” ujarnya.

BACA JUGA:  Terdampak Kenaikan BBM Melambung Tinggi, Kapolres Konut Salurkan Bansos

Menurutnya, sistem pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan di daerah ini, melalui Kelompok Nelayan PAAP Teluk Lasolo, nelayan didaerah ini sudah selayaknya untuk dibantu sebab mereka sudah memiliki badan hukum , struktur organisasi kepengurusan yang lengkap dan telah ikut serta membantu mengurangi beban pemerintah pada bidang ekonomi kerakyatan sebagai amanah Undang-Undang Dasar 1945.

Kemudian terhadap pemanfaatan kawasan perairan di teluk lasolo, masyarakat nelayan masih banyak mendapat kendala. Diantaranya adalah aktivitas nelayan tradisional terganggu dengan adanya aktivitas lintasan kapal pengangkut material tambang yang sewaktu-waktu dapat berisiko terhadap keselamatan nelayan yang sedang menangkap ikan dilaut. Tidak hanya itu, akibat gangguan tersebut, nelayan telah beraktivitas mencari ikan keluar wilayah perairan laut teluk lasolo dikarena air laut diduga tercemar oleh aktivitas tambang sehingga nelayan mencari ikan sampai ke luar daerah konut.

Dampak dari gangguan itu, menyebabkan hasil produksi nelayan jadi berkurang atau menurun. Dari hasil biasanya setiap nelayan memperoleh hasil tangkapan ikan dapat mencapai 5 Sampai 10 Kilogram per orang, sekarang rata-rata hanya bisa memperoleh 2 sampai 3 kilogram ikan dan nilai jual Rp.20.000/ Kilogram.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Konut Serahkan Bantuan UMKM Kepada Warga Barasanga

“Jadi hasil yang diperoleh nelayan , tidak sepadan dengan biaya operasional yang dikeluarkan dalam mencari ikan dilaut. Informasi silang yang kami kumpulkan kepada nelayan, mereka lebih banyak keluarkan biaya daripada hasil yang mereka peroleh,” ungkap Muh.Ariston.

Pasalnya, Pengawasan dan penegakan hukum wajib ditegakkan. Selain itu, seluruh pihak harus memberikan solusi terbaik terhadap kendala dan permasalahan yang di hadapi oleh nelayan di daerah Konut terutama nelayan yang berada di Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara.

Sementara itu, sebagai perwakilan nelayan, Ketua Kelompok Nelayan PAAP Teluk Lasolo, Rusdin menambahkan bahwa permasalahan nelayan di daerah ini diharapkan bisa mendapat solusi.

” Kami hanya bisa berharap, semoga permasalahan yang kami rasakan, bisa ada solusi terbaik dari Pihak terkait. Kami juga saat ini telah mendapat pendampingan dan pembinaan dari Pemda Konut melalui Dinas Perikanan Konut termasuk pihak Rare dan juga kami bersinergi dengan Pihak Polair dan TNI, serta Pemerintah Kecamatan dan Kepala desa yang berada di wilayah Teluk Lasolo. Terkait sarana prasarana, dalam waktu dekat kami akan menghimpun data kebutuhan nelayan yang kemudian kita akan sampaikan kepada pemerintah untuk sekiranya bisa kami dibantu,” pungkasnya.

BACA JUGA:  BUPATI KONUT MAIN WAYANG DI LOKASI TRANSMIGRASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi