Aktivitas Penambangan PT.BNN, Diduga Membahayakan Aktivitas Sekolah

Ketgam, Galian parit dibelakang gedung sekolah SMPN Satap 1 Andowia.

ANOAPOS.COM | KONUT – Aktivitas penambangan Nickel di Desa Puusuli Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga berdampak negatif dan membahayakan terhadap lingkungan sekolah.

Diantaranya adalah Sekolah SMP Negeri Satu Atap (Satap) 1 Andowia yang berada di wilayah Desa Puusuli Kecamatan Andowia telah merasakan dampaknya. Lingkungan sekolah dan bangunan sekolah termasuk kegiatan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) guru dan murid, sangat terganggu akibat kegiatan penambangan nikel di daerah tersebut.

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepsek SMPN Satap 1 Andowia, Asbullah kepada Anoapos.com pada Minggu (08/08/2022).

Ketgam, Halaman Depan SMPN Satap 1 Andowia, licin dan berlumpur.

” Sejak aktivitas PT.BNN , telah banyak menimbulkan dampak negatif terhadap sekolah , Pelaksanan PBM jadi terganggu karena suara bising alat berat dan kendaraan perusahaan tersebut. Kemudian, Halam sekolah kami berlumpur kalau hujan sehingga halaman dan lantai sekolah mandi lumpur,” kata Asbullah.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Dapil IV Konut, Mendukung Pembangunan Tanggul Penahan Ombak di Sawa

Dikatakan, Meskipun ada uang debu Rp 150.000 /tongkang yang diberikan kepada para guru yang mengajar di sekolah ini, tetapi tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Ketgam,Tanggul air yang kerap jebol milik PT.BNN di sekitar sekolah.

” Sebagai Kepala Sekolah, saya minta kepada perusahaan untuk melantai halaman sekolah dan tanggul penahan air serta galian parit yang ada disekitar bangunan gedung sekolah, mereka buat bangunan permanen. Kemudian, saat aktivitas PBM berjalan, aktivitas alat dan kendaraan perusaahan , harus dihentikan. Jangan seperti selama ini, suara bising mengganggu aktivitas pembelajaran di sekolah , apalagi kalau kalau kendaraan melintas , guru dan murid menghirup debu,” ungkap Kepsek SMPN Satap 1 Andowia.

BACA JUGA:  RAPAT KOORDINASI PENATAAN SISTEM DASAR PENANGGULANGAN BENCANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA 2022

Pasalnya, Kami sudah menyampaikan pihak Perusahaan, tapi tidak ada tanggapan. Kemudian terkait soal ini, kami sudah melaporkan kepada Pemda Konut dan DPRD Konut, sampai sekarang Kami belum tau hasilnya.

Ketgam, Lantai dan Halaman SMPN Satap 1 Andowia, Berlumpur.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Kependidikan Kecamatan Andowia, Erick Purba,S.Pd menambahkan bahwa PT.BNN harus merespon informasi dari pihak sekolah dan guru, semua dampak yang ditimbulkannya, perusahaan harus bertanggung jawab.

” Seluruh dampak yang ditimbulkan, Perusahaan PT.BNN wajib bertanggung jawab karena telah mengganggu aktivitas PBM disekolah bahkan bangunan sekolah sudah ada yang retak dan halaman sekolah SMPN Satap 1 Andowia, licin dan berlumpur ketika hujan turun. Siswa dan Guru mandi debu jika musim kemarau termasuk yang dirasakan oleh sekolah lain yaitu SDN 8 Andowia dan SDN 7 Andowia,” tegasnya.

BACA JUGA:  TIM DPL UHO MENYERAHKAN MAHASISWA KKN-TEMATIK DI BUNGKUTOKO

Menyikapi informasi tersebut, sampai berita ini ditayangkan pihak PT.BNN belum dapat memberikan jawaban meskipun awak media ini sudah beberapa kali menghubungi salah satu pihak perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi