DIDUGA AKIBAT KAPAL MUAT NIKEL, NELAYAN TELUK LASOLO MERUGI JUTAAN RUPIAH

Ketgam, salah satu Nelayan Tradisional asal Desa Tanjung Laimeo sedang menerangkan terkait Kapal Takbut yang kerap melintas di kawasan PAAP Forum Nelayan Teluk Lasolo, Rabu (21/09/2022). foto : Aras Moita.

ANOAPOS.COM | KONUT – Aktivitas pelayaran kapal pengangkut bahan material Nikel di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kembali di keluhkan Nelayan Tradisional.

Bagaimana tidak, aktivitas kapal takbut yang melintas di perairan teluk Lasolo tepatnya wilayah laut pesisir Kecamatan Sawa, Lembo , diduga menjadi pemicu atas kehilangan alat tangkap ikan milik nelayan di daerah ini yaitu jenis pancing Rawai, Bubu dan Pukat.

Para nelayan tradisional asal desa Tanjung Laimeo, Desa Laimeo dan Desa Ulu Sawa kepada Media, mereka mengungkapkan bahwa sudah banyak Nelayan merugi hingga jutaan rupiah akibat alat penangkap ikan mereka hilang yang diduga terseret atau disambar oleh kapal pengangkut Ore Nikel di Perairan Teluk Lasolo.

BACA JUGA:  Didesak, Kuasa Hukum PT.KMS 27 Angkat Bicara
Iklan

” Sampai saat ini, Sudah banyak yang menjadi korban Kehilangan alat tangkap ikan akibat adanya kapal yang sering lewat diwilayah kita. Sementara kasihan, alat tangkap kita punya adalah satu-satunya alat kita untuk mencari rejeki dilaut. Tapi kalau sudah hilangmi, kita susah lagi bikin alat tangkap yang baru yang bernilai sampai jutaan rupiah,” ungkap Andi Aswat.

Begitu juga nelayan lainnya juga yang mengalami nasib yang sama. Suardi juga mengungkapkan sudah tidak ada yang bisa kita pake tangkap ikan, terpaksa kita harus berusaha lagi bikin Rawai yang baru, itupun harus beli lagi bahannya walau mahal, mau diapa tidak ada jalan lain. Kita minta kepada pihak terkait untuk mengusut para pemilik kapal yang kerap merugikan kita dan mereka harusnya ganti kerugian kami,” tegas para nelayan tradisional ini.

BACA JUGA:  Pasangan Rabu Lahirkan Aplikasi Si Anawai Konasara
Ketgam, Salah satu kapal takbut pengangkut nikel sedang melintas di wilayah pesisir PAAP Forum Nelayan Teluk Lasolo, Rabu (21/09/2022).foto: Aras Moita.

Sementara itu, Ketua PAAP Forum Nelayan Teluk Lasolo (FNTL) , Rusdin kepada media bahwa seharusnya para investor ada tenggang rasa kepada kita para nelayan.

” Investasi silahkan berjalan, tetapi kita juga melayan harus diperhatikan juga hak-hak kami. Sebab sudah ada aturan yang memberikan kami hak kelola kawasan perikanan laut yaitu Undang-undang nomor tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil serta Peraturan Gubernur Sultra Nomor 36 tahun 2019 tentang Pengelolaan Akses Area Perikanan. Didalam aturan itu, kita nelayan diberikan wilayah pemanfaatan jarak 2 mil laut sementara kapal takbud biasa masuk ke wilayah ini ,” kata Rusdin pada Rabu (21/09/2022).

BACA JUGA:  Alfian Annas Bantah Isu Dugaan Penambangan di Backing Aparat

Pasalnya, nelayan di daerah ini khususnya yang masuk anggota PAAP FNTL, Sudah jutaan rupiah kerugian mereka, dan tidak satupun perusahaan yang mau bertanggung jawab. Kita berharap pihak terkait agar segera mengambil langkah -langkah konkret sehingga nantinya tidak ada lagi nelayan yang dirugikan, tukasnya.

Untuk diketahui, sampai berita ini ditayangkan, pihak media masih berupaya melakukan investigasi dan juga berusaha mengumpulkan data informasi terkait pemilik kapal yang diduga meresahkan dan merugikan nelayan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi