DAERAH  

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Stadion Lakidende Tahun 2021

Ketgam, Julman Hijrah Ketua Umum Nasional Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara.

ANOAPOS.COM | KENDARI – Pada Tahun 2021 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang menganggarkan Pembangunan Stadion Lakidende Sebesar Rp. 27.544.000.000,- yang bersumber dari PAD ( APBD ) Tahun 2021.

Pada bulan agustus 2021 melalui BLP Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan tender proyek yang dimenangkan oleh PT. MPU sesuai dengan Kontrak Nomor 602/0068/KNTKONSTRUKSI/IX/2021 tanggal 3 September 2021.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Julman Hijrah, SH Ketua Umum Nasional Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara melalui press releasenya kepada Anoapos.com pada Minggu (02/10/2022).

Menurut Julman Hijrah bahwa , Selama pelaksanaan pekerjaan, telah dilakukan addendum kontrak sebanyak dua kali dengan addendum I Nomor 602/0068/ADD/KNT-KONSTRUKSI/X/2021 tanggal 1 Oktober 2021 terkait tambah-kurang volume pekerjaan dan addendum II Nomor 602/0068/ADDII/KNT-KONSTRUKSI/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021 terkait pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan.

Iklan


Pekerjaan telah dinyatakan 100% oleh PPK dan telah diserahkan berdasarkan Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO) Nomor 102/BAST/CK.BK&TR/II/2022 tanggal 4 Februari 2022. Pembayaran pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui SP2D.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan perhitungan oleh BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara bersama dengan PPTK, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas yang didampingi oleh Inspektorat, menunjukkan bahwa terdapat kekurangan volume sebesar Rp706.228.211,05,
. hal ini tertuang dalam LHP BPK RI Nomor: 30.B/LHP/XIX.KDR/05/2022, Tanggal: 20 Mei 2022.

selain itu pula Berdasarkan Berita Acara Hasil Evaluasi Pemberian Kesempatan Penyelesaian Pekerjaan Nomor 068/09/PPPK-APBD/CK.BK.TR/XII/2021 tanggal 30 Desember 2021, penambahan waktu diberikan karena keterlambatan pekerjaan pembangunan yang disebabkan oleh terhambatnya pasokan material ke lokasi pekerjaan.
Pekerjaan telah dinyatakan selesai 100% melalui Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO) Nomor 102/BAST/CK.BK&TR/II/2022 tanggal 4 Februari 2022. Sehingga jumlah hari keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 35 hari kalender.
Atas keterlambatan penyelesaian Pembangunan Stadio Lakidende sampai dengan pemeriksaan berakhir PPK belum mengenakan sanksi denda keterlambatan kepada pihak pelaksana pekerjaan sebesar Rp330.691.480,79 (1/1000 x Rp9.448.328.022,53 x 35 hari).
pekerjaan tersebut telah di bayarkan sebesar Rp.22.035.200.000,-.

” berdasar LHP BPK RI tersebut diatas, dapat kami simpulkan terdapat kekurangam volume pekerjaan yang mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp706.228.211,05 dan denda keterlambatan yang belum di mintai oleh PPK maupun kesadaran dari pihak PT. MPU sebesar Rp330.691.480,79 sehingga hal tersebit menjadi potensi kerugian negara dengan total sebesar Rp.1,036,919,691.84. oleh karenanya kami meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang ditimbulkan akibat pekerjaan stadion lakidende, serta memanggil dan memeriksa direktur PT.MPU, PPK,PPTK terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan stadion lakidende tahun 2021,” tegas Ketua Umum Nasional Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara.

Untuk diketahui Sampai Berita ini ditayangkan, pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara masih berupaya dikonfirmasi oleh awak media

Muhamad Amang
Author: Muhamad Amang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi