Ternyata..Sering Makan Sayuran Dibanding Daging Bisa Perbaiki Ritme Organ Tubuh

Foto : Istimewa

ANOAPOS.COM | JAKARTA – Makanan yang dikonsumsi akan sangat mempengaruhi kesehatan bahkan juga ritme dari mekanisme setiap organ tubuh. Konsumsi lebih banyak sumber nabati atau sayuran dikatakan lebih baik untuk kesehatan dan bisa memperbaiki cara kerja organ tubuh jadi lebih teratur.

Ahli gizi dr. Larry Tumalun, M.Gizi., Sp.GK., mengatakan bahwa pandangan tersebut telah dibuktikan dalam berbagai penelitian ilmiah. Salah satunya tercatat pada jurnal internasional Lancet tahun 2015.

“Dalam jurnal Lancet 2015 menyebutkan bahwa ketidakpedulian tentang makan menyumbangkan kematian tertinggi di dunia, dibandingkan dengan tidak olahraga, merokok, dan lainnya. Gak ada diet gak sehat karena setiap orang punya reaksi berbeda. Jadi salah satu manfaat plantbase karena berpikir lebih bijaksana dan lemah lembut terhadap sesama,” kata dokter Larry saat temu media di Jakarta beberapa waktu lalu sebagaimana yang lansir oleh Media Suara pada Kamis (06/10/2022) .

Bahkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 2020 masih sama bahwa makanan sehat berarti yang berasal dari tumbuhan. Hanya satu sumber makanan hewani yang dikatakan sehat, yakni ikan.

Larry menjelaskan, sumber makanan nabati juga bisa memperbaiki ritme organ tubuh karena di dalam tumbuhan tidak ada senyawa kimia yang bisa menyebabkan inflamasi.

“Tumbuh-tumbuhan itu selain menyediakan nutrisi yang lengkap juga tidak mengandung senyawa kimia tertentu. Tapi dengan catatan harus variatif, kombinasi harus bagus. Jadi jangan makan tumbuh-tumbuhan hanya nasi, tempe saja, itu sama sekali tidak dianjurkan,” ucapnya.

Pola makan yang tidak teratur dan terlalu sering konsumsi sumber makanan hewani, juga diproses atau mengandung gula, tepung, dan minyak berlebih, itu akan memicu proses inflamasi kronis atau peradangan.

“Gejalanya nggak harus kolesterol naik. Misalnya orang bangun pagi malah gak fit atau merasa paha nyeri dan lain sebagainya, itu namanya inflamasi kronis,” imbuhnya.

Dengan melakukan pola makan plant base atau berbasis nabati, inflamasi tersebut bisa dicegah. Menurutnya, manfaat itu bisa dirasakan dalam waktu tiga hari setelah konsisten jalani plant base. Tetapi, reaksi tubuh setiap orang bisa berbeda-beda.

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa makanan yang dikonsumsi tetap harus bervariasi meski pun menjalani plant base. Tujuannya, agar nutrisi tetap terpenuhi.

“Ada gejala jangka pendek yang mungkin bisa dialami orang dalam 3 hari, mungkin bisa terjadi perbaikan tapi dalam jangka panjang. Untuk terjadinya penurunan kolesterol, menurunkan gula darah kalau ada orang kencing manis, dan sebagainya, itu mempengaruhi asal dia continue,” pungkasnya.

admin
Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi