Jadi Pemateri di Seminar Nasional Kepemudaan, Erni Bajau: Banyak Instansi Pemerintah dan Swasta Kekurangan SDM Bidang IT

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggandeng lembaga kepemudaan Alfian Bumi Agung (ALBA) menyelenggarakan Seminar Nasional Kepemudaan dan Kewirausahaan Tahun 2022 bertema “Outlet Kepemudaan, Tantangan Wirausaha, dan Kreativitas Menghadapi Era Digital”

Kegiatan seminar dilaksanakan di Ballroom Hotel Maxone Jakarta Timur, Kamis (01/12) pagi tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI yang diwaiki oleh Dr. Yayan, sekaligus membuka kegiatan yang pesertanya terdiri dari kurang lebih 100 mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Jakarta.

Diundang sebagai salah satu pemateri, Erni Bajau merupakan wirausaha yang bergerak di bidang teknologi digital khususnya pengembangan situs digital berbasis website membawakan materi dengan tema Pemuda dan Komunikasi di Era Digital.

BACA JUGA:  KSO MTT Mendapat Dukungan Pemerintah Desa Mandiodo Masyarakat

“Saya banyak mendengar keluhan pejabat birokrasi di pemerintahan baik tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota, bahwa mereka kekurangan SDM di bidang IT” kata Erni Bajau saat ditanya soal peluang pekerjaan di era digital saat ini.

“Menurut saya, belajar ilmu pengembangan teknologi saat ini sangat penting, terutama digital marketing, konten kreator, saat ini sangat dibutuhkan, banyak instansi pemerintah maupun swasta kekurangan SDM di bidang ini, karena perkembangan informasi yang sangat pesat, penyampaian informasi yang harus selalu update, karena di berbagai penyedia jasa layanan pun saat ini sudah banyak berbasis digital jadi pemuda Indonesia harus peka dan segera menjemput peluang ini” tambah Erni Bajau.

BACA JUGA:  Lapeha ; Pembangunan Gedung Sekolah Di Konut, Terus Berlanjut

Dalam kesempatan itu pun, Erni Bajau berbagi kiat menjadi Pemuda Kreatif di era digital berdasarkan pengalamannya menjadi direktur perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital yakni saat dimasukkan admin group whatsapp, dia tidak akan keluar dari group tersebut kecuali ia dikeluarkan karena menurut Penulis Novel Manusia Perahu Terakhir ini, itu adalah lahan tempat dia jualan, memasang iklan produknya, di sela-sela waktu dia sesekali ikut terlibat dalam diskusi group, namun juga harus pintar membaca momen, “ya, kalau kondisi diskusi group lagi membahas hal sensitif dan sedang adu argumen, jangan masukkan iklan produk, bisa-bisa dikeluarkan oleh admin” pungkasnya sambil tersenyum ramah.

BACA JUGA:  SMA Negeri 2 Konsel Membuka Penerimaan Peserta Didik Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi