DAERAH  

Mega Proyek Fasilitas pembangunan pelabuhan laut Munse di anggap mangkrak, PPK beri klarifikasi


ANOAPOS.COM/Konawe kepulauan, pekerjaan fasiltas pembangunan pelabuhan laut Munse mendapat sorotan mayarakat, salah satu masyarakat wawonii timur dan juga tokoh pemuda Irfan menyampaikan pernyataan kepada anoapos.com pada Rabu (21/12/2022).

Pihaknya menyampaikan bahwa proyek yang dikerjakan PT. Rudi Jaya berpotensi akan terbengkalai disebabkan pekerjaan yang dilaksanakan oleh perusahaan tersebut baru sekedar pembangunan pagar dan mess( direksi kid) yang di nilai sangat minim dari progres ucapnya saat dimintai keterangan.

“Saya sebagai masyarakat wawonii yang mengharapkan manfaat atas proyek fasilitas pembangunan pelabuhan laut Munse yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Wawonii, namun dengan melihat progres yang ada merasa hawatir bahwa pekerjaan tersebut yang di kerjakan oleh PT.RUDI JAYA, diduga akan terbengkalai sebab di lokasi proyek tersebut baru pagar dan mes yang kelihatan, Sementara kontrak sejak September mulai berjalan dan pasti uang mukanya sudah di cairkan” ucapnya.

Perlu diketahui bahwa proyek pekerjaan Fasiltas Pembangunan pelabuhan laut Munse telah tercatat berdasarkan nomor kontrak PL. 106/04/02/PPK/UPP.LPKP.2022 tertanggal 19 September 2022 yang di tandatangi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas III Lapuko dengan PT RUDI JAYA, senilai Rp. 46.130.115.300,-bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun Nggaran 2022-2023.

BACA JUGA:  44 Pemuda Terbaik Sultra Ikut Sidang Parade Catar Akmil Sub Panda Kendari

Sementara itu Laode Ardan selaku pengurus DPD KNPI Konawe kepulauan menyampaikan berdasarkan kontrak tersebut dan pencairan dana uang muka kurang lebih lima belas persen (15%) semestinya sudah ada progres dan jauh lebih progres tidak sekedar mengerjakan pagar dan membuat mess jika mangacu pada jadwal kontrak.

“Seharusnya kalau melihat dari waktu berkontraknya semestinya pekerjaan ini tidak hanya pembuatan pagar ataupun mess, mestinya semua peralatan dan perangkat lainya harus ada dilapangan, semacam alat berat belum ada dilokasi dan bahkan belum terlihat Aktifitas perjaan sama sekali” ujarnya

Sebelumnya peletakan batu pertama yang di letakan oleh anggota DPR RI dapil Sultra oleh Bapak Ir. Ridwan Bae pada bulan November kemarin, seharusnya kan September sudah harus peletakan batu pertama lanjut Irfan masyarakat Wawonii Timur.

Sementara itu PT RUDI JAYA cabang Makassar sebagai pelaksana pemenang tender yang telah menerima uang muka sebesar Rp. 6.919.517.295 yang di cairkan pada akhir bulan September yang di duga tidak di gunakan untuk perkerjaan tersebut

Sehingga kepada PT RUDI JAYA sebagai pelaksana kegiatan dan pejabat pembuat Komitmen (PPK) diminta pertanggung jawaban atas mangkraknya proyek tersebut.

BACA JUGA:  PPS Konut Dilantik, Begini Pesan Ruksamin

“Kami selaku masyarakat dan putra Wawonii meminta pertanggungjawaban  dari pihak perusahaan dan PPK atas kondisi proyek saat ini, kami menduga uang muka dari proyek tersebut tidak dipergunakan untuk proyek Fasiltas pebanguanan Pelabuhan laut Munse tegasnya” kepada anoapos.com di salah satu warkop kota Kendari pada 21 Desember 2022.

Menanggapi soal ini Pihak PPK kepada Anoapos.com saat di konfirmasi via WhatsApp Rabu,21/12/2022 membenarkan bahwa untuk pekerjaan yang menjalankan proyek tersebut benar PT Rudi Jaya  yang diberikan tanggung jawab kepada PT RUDI JAYA cabang Makassar, telah berkontak sejak tanggal 19 September 2022 dan telah menerima uang muka 15 persen.

Selanjutnya Zulkifli selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK) Memberikan klarifikasi terkait keterlambatan volume pekerjaan proyek pengadaan fasilitas pelabuhan laut Munse dikarenakan pemenuhan material dalam hal ini material batu sesuai spek tidak ready di Konawe Kepulauan sehingga material batu tersebut harus di ambil dari Moramo Kab.Konsel  yang dalam waktu dekat material tersebut sudah ada di Munse , ujarnya.

“Material batu harus dimuat dari Moramo dulu karena material tersebut tidak ada di lokasi, karena alasan semua itu mesti ada izinnya, untuk pencapain volume pekerjaan jelas sudah akan mencapai 15 %  volume pekerjaan ketika material batu sudah di lokasi besok atau lusa, dan juga sementara persiapan penimbunan” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kejati Sultra Diminta Lidik Soal Dana UP DPRD Butur

Lanjutnya Mangkraknyai tidak jie, punya waktu sampai tahun depan 31 Desember 2023, kalau pipa dipesan tidak langsung sampai ke lokasi, butuh waktu pemuatan dan ltu sudah di bayar, minimal DP sudah di bayar ke Pabrik, tinggal di mobilisasi ke lokasi, dan tiba di lokasi jadwalnya bulan Januari, insha Allah Minggu ini sudah ada progresnya saat material tiba” tutupnya Zulkifli yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Sementara sampai berita ini diterbitkan ,  pihak PT RUDI JAYA  belum dapat terhubung oleh awak media.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi