Hasil Bimtek di Bogor, Desa Tetelupai Kembali Berinovasi Jadi Kampung Rotan

Ketgam, Kades Tetelupai Asmudin Moita,S.Ag (kanan) saat didepan gapura yang terbuat dari rotan.

 

Ketgam, Kades Tetelupai Asmudin Moita,S.Ag (kanan) saat didepan gapura yang terbuat dari rotan. foto: istimewa.

Anoapos.com | Konut – Wilayah Desa Tetelupai Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Selawesi Tenggara (Sultra) adalah merupakan wilayah pemekaran dari Desa Andeo (induk) pada tahun 2015 yang lalu.

Meskipun dianggap desa yang tergolong baru , namun Pemerintah Desa, BPD, PKK dan seluruh lapisan masyarakat di desa ini yang berjumlah 70 KK dan 300 lebih Jiwa , terus berbenah untuk lebih maju dan berdaya saing guna kesejahteraan bersama. Mulai dari tata kelola pemerintahan, pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana prasarana, pemberdayaan serta pembinaan masyarakat, juga terus ditingkatkan dibawah garis komando Asmudin Moita,S.Ag selaku Kepala Desa Tetelupai.

” Sejak terpisah dari desa induk, Kami bekerja sesuai dengan amanah Undang-undang dan peraturan yang berlaku dalam melaksanakan Pembangunan desa yang mencakup pada bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Alhamdulillah, kami pemerintah desa bersama warga terus bergandeng tangan untuk menjadi desa yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing,” kata Asmudin Moita kepada Anoapos.com pada Rabu (26/07/2023).

BACA JUGA:  MELALUI URC-KISS, DISTANAK KONUT SALURKAN BANTUAN BIBIT TERNAK AYAM KAMPUNG 

Dikatakan, tentu dalam pelaksanaan semua rencana kerja pemerintah Desa Tetelupai, ini tidak luput dari hasil musyawarah bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Mulai dari penyusunan target pembangunan sarana dan prasarana desa sampai pada pengelolaan anggaran Dana Desa yang transparan, akuntabel dan dapat di pertanggung jawabkan.

Kemudian seiring berjalannya waktu, kami juga sering mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknis ke berbagai daerah diantaranya terbasuk baru-baru di Bogor provinsi Jawa Barat.

” Hasil dari kegiatan Bimtek di Bogor Jawa Barat, kami bersama kelompok tani di Desa Tetelupai ini kembali dikembali mencoba melakukan penataan wilayah desa di masing-masing dusun dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada. Alhasil, saat ini dapat kita lihat bersama, seluruh wilayah desa ini , mulai pagar halam rumah, pelaksanaan Program Pemanfaatan Kebun dan Pekarangan atau P2KP, pembuatan tong sampah bahkan meja dan kursi , semua menggunakan bahan baku dari rotan ,” terang Kades Tetelupai juga sekaligus selaku Ketua DPC APDESI Kabupaten Konawe Utara tersebut.

BACA JUGA:  HASIL KERJA KERAS, DPMD KONUT RAIH PENGHARGAAN DIRJEN PAJAK 2023

Pria kelahiran Andeo tahun 1973, Asmudin Moita menambahkan bahwa pada hari ini akan dilakukan proses penilaian lomba tingkat dusun tentunya kami berharap, hasilnya nanti akan menjadi bahan evaluasi kami untuk menjadikan Desa Tetelupai untuk lebih maju dan berkembang setidaknya akan lebih Selaras dengan desa -desa yang sudah maju di Kabupaten Konawe Utara pada khususnya dan Indonesia pada Umumnya.

Ketgam, salam satu kebun P2KP di Desa Tetelupai dipagari menggunakan rotan.

” Seluruh pelaksanan kegiatan pembangunan didesa ini, tidak luput dari peran serta Pemerintah Daerah dan Camat Lasolo yang terus memberikan arahan dan bimbingan kepada kami kemudian untuk pelalsaan program -program desa juga kami mengikuti regulasi yang ada. Baik itu kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kebijakan pemerintah Kabupaten Konawe Utara dibawah kepemimpinan Bapak Bupati Konut H.Ruksamin dan Wakil Bupati Konut Bapak H.Abuhaera yang terhimpun dalam program KONASARA,” tutupnya.

BACA JUGA:  13 KADES DI KONKEP, RESMI DI LAPORKAN

Untuk diketahui, dalam proses pelaksanaan lomba tingkat dusun di Desa Tetelupai, Pemerintah Desa bersama warga telah membuat Gapura sebagai icon desa berbahan rotan yang menambah tampilan indah dan alami ketika anda masuk kewilayah tersebut. Kebun P2KP tentu tidak kalah menarik karena pagar kebun dari rotan yang isinya adalah sayuran kini telah berbuah dan siap untuk dipanen.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi