DAERAH  

Musywil Muhammadiyah Sultra ke Delapan Bakal Dilakukan Dengan Evoting

IKLAN

 

Anoapos.com | Kendari – Salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Persyarikatan Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Sulawesi Tenggara (PW Sultra) dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-8.

Acara yang dilakukan dalam setiap satu periode kepengurusan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari di Kendari mulai 10-12 Maret 2023 bersamaan Musywil Aisyiyah Sultra dengan menggunakan e-voting.

Sekretaris Panitia Musywil, Sainudin menuturkan, pilihan menggunakan e-Voting selain lebih simple juga untuk mengedukasi dan atau memberi contoh bahwa sistem ini layak untuk dipertimbangkan dalam sistem peilihan di negeri ini sekaligus membuktikan bahwa Muhammadiyah adalah organ Islam modern berkemajuan.

“Penggunaan sistem e-Voting sesunggunya bukan hal baru di Muhammadiyah. Sistem ini telah dilakukan sejak Muktamar tahun 2010 di Yogyakarta,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pengurus Ikadin Kendari, Februari 2023 Bakal Dilantik

Ia pun memastikan bahwa seluruh perangkat teknologi yang dibutuhkan untuk e-Voting telah didesain secara apik oleh TIM IT Universitas Muhammadiyah Kendari sejak 2 (dua) bulan lalu.

Eka Paksi selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (PWM Sultra) menjelaskan, Musywil merupakan pertemuan dan perhelatan organisasi terbesar di Muhammadiyah setelah Muktamar. Selain bertujuan mengevaluasi kinerja dan capaian organisasi, juga untuk memilih pengurus baru, sebab kepengurusan Wilayah Muhammadiyah periode 2015-2022 sudah berakhir.

Terangnya, Musywil ini harusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena pada tahun tersebut Indonesia masih berada dalam situasi darurat pendemi Covid-19, maka secara nasional kepengurusan Muhammadiyah di seluruh Indonesia ditambah masa pengabdiannya yang sebelumnya 5 (lima) tahun menjadi 6 (enam) tahun.

BACA JUGA:  Ketua Kadin Sultra Berharap Kota Kendari Semakin Baik

Musywarah terbesar tingkat wilayah Sultra, Musywil ke-8 Muhammadiyah tersebut akan dilaksanakan di hotel Azizah dan dihadiri oleh perwakilan dan atau utusan dari 16 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Sultra.

“Berdasarkan aturan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Muhammadiyah, Musywil dihadiri oleh 4 orang anggota PDM ditambah 2(dua) wakil Pimpinan Cabang (PCM). Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh peninjau,” ujar Eka.

Lebih lanjut Eka menyebutkan, proses penjaringan calon pemimpinan dilakukan secara ketat dan berjenjang. Diawali dengan pengusulan nama oleh masing empat orang anggota Musypimwil wakil PDM dan Pimpinan Wilayah yang terdiri dari 75 orang. Masing-masing mengajukan 13 orang dari anggota Muhammadiyah yang mereka pandang layak dan harapkan menjadi pimpinan.

BACA JUGA:  Ruksamin; Peran PKK Dalam Pencegahan Stunting Untuk Wujudkan SDM Unggul

“Berdasarkan data yang masuk pada Panitia Pemilihan (Panlih) terdapat 94 nama yang diusulkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Redaksi