Tahun Pertama Memimpin, Konawe Ada Di Jalur Pembangunan Strategis dan Berkelanjutan
Anoapos.com | Konawe – Bupati Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Yusran Akbar, ST., bersama Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE. MM., mengikuti rapat paripurna HUT ke-66 Kabupaten Konawe yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Konawe pada Selasa (03/03/2026) pagi.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Konawe, pimpinan Forkopimda Kabupaten Konawe, para kepala OPD, para Camat serta tamu undangan lainnya. Hadir pula sejumlah tokoh penting diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Muna, Ketua DPRD Kolaka Timur, Ketua DPRD Konawe Utara serta kepala SPN Anggatoa, Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe H.Yusran Akbar, ST menyampaikan pembangunan daerah tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus menjadi arah strategis yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara adil dan berkelanjutan.

” Desa harus menjadi basis produksi dan pusat kemandirian ekonomi. Sementara itu, kota didorong berkembang sebagai pusat layanan perdagangan, pendidikan, dan jasa. Seluruh proses pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dikatakan, Tahun 2025 yang lalu memiliki arti penting karena menjadi tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Ia kembali menegaskan bahwa capaian yang diraih saat ini, bukanlah kebetulan ataupun rutinitas semata, melainkan hasil kolaborasi dan konsolidasi antara eksekutif, legislatif, serta seluruh pemangku kepentingan bersama masyarakat Konawe.
Pertumbuhan Ekonomi Menguat.
Secara makro, laju pertumbuhan ekonomi Konawe meningkat dari 11,82 persen pada 2024 menjadi 12,28 persen pada 2025. Angka tersebut menunjukkan mesin ekonomi daerah bergerak kuat dan stabil.
Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta jasa mengalami dinamika positif yang memperkuat struktur ekonomi daerah. Bupati menegaskan, pertumbuhan tersebut bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan meningkatnya aktivitas usaha, perputaran ekonomi di desa dan kota, serta terbukanya peluang kerja bagi pelaku UMKM dan IKM.
“Ini adalah wujud dimensi berdaya saing dalam Konawe Bersahaja,” ujarnya.
Pembangunan Manusia Meningkat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Konawe juga mengalami peningkatan dari 74,50 menjadi 75,09. Usia harapan hidup naik dari 72,85 tahun menjadi 73,04 tahun, yang menunjukkan layanan kesehatan semakin menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Konawe.
Dibidang pendidikan, harapan lama sekolah meningkat dari 13,05 tahun menjadi 13,11 tahun, sementara rata-rata lama sekolah naik dari 9,69 tahun menjadi 9,80 tahun. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya akses pendidikan bagi masyarakat.
Selain itu kata Bupati Yusran, pengeluaran riil per kapita masyarakat meningkat dari Rp11.419.000 menjadi Rp11.760.000, yang menunjukkan daya beli masyarakat semakin membaik.
“Peningkatan ini menegaskan bahwa pembangunan Konawe tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun kualitas manusia sebagai investasi jangka panjang. Inilah esensi dimensi sejahtera dan berkelanjutan,” terangnya.
Menurutnya, Kemiskinan dan Pengangguran Turun Dari aspek kemiskinan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 13,25 persen menjadi 12,25 persen. Artinya, ribuan masyarakat Konawe berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Penurunan tersebut merupakan hasil penguatan ekonomi rakyat, peningkatan produktivitas, serta program sosial yang lebih terarah dan tepat sasaran, termasuk kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Konawe.
” Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat hingga 7,6 persen dan tingkat pengangguran tetap terjaga pada kisaran 2,81 persen. Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas dan inklusif,” ungkap Bupati Konawe.
Sektor Pertanian Tetap Jadi Andalan.
Sebagai daerah agraris, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung pembangunan. Produksi gabah kering giling meningkat dari 216.392 ton menjadi 241.504 ton. Gabah kering panen naik dari 259.491 ton menjadi 289.671 ton. Produksi beras pun meningkat dari 124.211 ton menjadi 138.691 ton. Luas panen juga bertambah dari 48.743 hektare menjadi 54.057 hektare.
“Capaian ini bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi penegasan bahwa Konawe tetap menjadi lumbung pangan strategis di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada bulan suci Ramadan, tingkat inflasi daerah tetap terjaga di angka 3,57 persen, bahkan menjadi yang terendah di Sulawesi Tenggara. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi semua pihak.
Selaras Program Nasional.
Dalam konteks nasional, capaian tersebut disebut selaras dengan visi dan program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan Konawe bukan perjalanan sendiri, melainkan bagian dari orkestrasi besar pembangunan nasional,” kata Yusran Akbar.
Diakhir sambutannya, Bupati Konawe menyampaikan bahwa capaian tahun pertama kepemimpinan ini bukanlah hasil kinerja pribadi namun kerjasama semua pihak, DPRD Konawe, Organisasi vertikal, dan seluruh elemen bangsa di Kabupaten Konawe. Dengan capaian ini, memberikan optimisme bahwa arah pembangunan telah berada di jalur yang tepat.
“tantangan ke depan menuntut konsistensi, inovasi, integrasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan demi terwujudnya Konawe yang bersahaja, berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan,” tutupnya.


















