Anoapos.com | Konut – Guna meningkatkan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Masyarakat di pedesaan, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe Utara, menggelar kegiatan pelatihan teknis Pengolahan Abon Dan Pemasaran Hasil Perikanan Melalui DAK Nonfisik PK2UMK Tahap II Tahun 2025 yang dimulai pada 11 sampai 13 Desember 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Konawe Utara H.Ikbar,SH.,MH melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Konawe Utara, Yusnah,SH bertempat di aula Sawa Beach Desa Pekaroa Kecamatan Sawa.
Kegiatan pembukaan ini di hadiri langsung oleh Dinas Perikanan Sultra, Kadis Koperasi dan UMKM Konut, Dinas Perikanan Konut, Kabid Koperasi dan Kabid UMKM Kabupaten Konut beserta jajarannya, Camat Sawa , Para pemateri dan Peserta berjumlah 30 orang.
” Pelatihan pembuatan abon ikan adalah program pemberdayaan pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengajarkan teknik mengolah ikan yang menjadi produk abon bernilai jual tinggi,” kata Bupati Konut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadis Koperasi dan UMKM Konawe Utara.
Dikatakan, Pemerintah daerah melalui program Konasara, berkomitmen memberikan dukungan kepada masyarakat terutama para pelaku usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya.
“melalui proses pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama sehingga nantinya saat menggunakan teknologi tepat guna dan pemasaran digital untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan mengembangkan produk unggulan daerah, dapat berjalan dengan baik kedepannya,” ujarnya.
Sementara itu masih ditempat yang sama, Kabid Koperasi Konut , Bahtiar menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang dan materi umum yang diterima yaitu Pemilihan Bahan Baku dengan cara ara memilih ikan segar yang berkualitas (misalnya tongkol, lele, nila, toman).
” Manfaat pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu rumah tangga dalam mengolah hasil perikanan. Kemudian dapat menciptakan produk olahan ikan yang memiliki nilai tambah ekonomi, menjadi oleh-oleh khas, atau produk unggulan desa,” ungkapnya.
Dikatakan, kegiatan ini juga pemberdayaan ekonomi keluarga, para pelaku usaha terutama di daerah pesisir atau dengan hasil perikanan melimpah.
” Tujuan Utama kegiatan pelatihan teknis ini adalah peningkatan ekonomi, Pemberdayaan masyarakat serta mengatasi kelebihan hasil panen ikan melimpah saat panen dan memaksimalkan sumber daya perikanan lokal,” terang Bahtiar.

















