Kajian Ahli Memastikan Kelayakan Dibangun Bandara Konasara di Konut 

Anoapos.com | Kendari – Harapan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memiliki bandara semakin dekat terwujud. Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin, telah hadir di Kendari dan segera meluncur ke Konut pada Jumat (19/09/2025), untuk meninjau langsung lokasi pembangunan Bandara Konasara Konut dan Skadron 22 Sena Pusat Penerbangan Angkatan Darat, di Kabupaten Konawe Utara.

Sebelumnya pada Kamis (18/09/2025), digelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil kajian studi kelayakan, rencana induk bandara, dan rancangan teknik terinci Bandara Udara Konasara dan Skadron 22 Sena Pusat Penerbangan Angkatan Darat, di Kabupaten Konawe Utara.

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin.

Selain dihadiri langsung Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH dan Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, FGD ini dihadiri juga Dandrem 143/HO, Dandim Konut, Kapolres Konut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sultra, Asisten III Pemda Konut, Tim Ahli Pembangunan Bandara dan Skadron, serta OPD lingkup Konut, dan tamu undangan lain.

Ketua Tim Pengaji dan Swakelola dari Universitas Hasanuddin, Sakti Aji Adisasmita, menjelaskan rencana pembangunan Bandara dan Skadron 22 di Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, tim konsultan telah menyelesaikan tiga dokumen penting, yaitu visibility study, master plan, dan detail engineering design.

BACA JUGA:  Pemda Konut Kembali Menggelar Pelatihan Manajerial Dasar Bagi Wirausaha Pemula

“Dari hasil kajian visibility study, kami telah menganalisis berbagai aspek, di antaranya aspek operasional, teknis, lingkungan, tata ruang, serta pertahanan dan keamanan. Hasilnya, dinyatakan layak dengan beberapa pertimbangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Sakti Aji menjelaskan bahwa kajian master plan menata fasilitas dan penempatan di Lanud maupun Skuadron, baik di sisi darat maupun udara. Sementara itu, detail engineering design menganalisis dan menghitung tebal perkerasan drainase, faktor hidrologi, dan aspek konstruksi lainnya secara detail.

Menanggapi pertanyaan mengenai pengembangan bandara, Prof. Sakti Aji menyampaikan bahwa setelah FGD ini selesai, pihaknya akan melengkapi kajian dengan AMDAL dan studi analisis dampak lalu lintas (Andalalin).

“Diharapkan aktivitas konstruksi dapat dimulai pada pertengahan tahun 2026,” imbuhnya.

Sakti Aji menyatakan, pemerintah daerah telah menyatakan kesiapan lahan seluas 180 hektare untuk tahap awal untuk pembangunan Bandara dan Skadron. Namun, tim konsultan mengharapkan adanya pengembangan lahan lebih lanjut.

“Kami merencanakan pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang. Idealnya, panjang runway bisa mencapai 3.000 meter agar dapat mengakomodasi pesawat Boeing selain Hercules, serta penerbangan sipil di masa depan,” jelas Prof. Sakti Aji.

Menurutnya, lahan seluas 180 hektar saat ini mengakomodasi sebagian Lanud dan Skadron, namun belum seluruhnya optimal, terutama untuk panjang landasan dan sisi darat Skadron. Prof. Sakti Aji juga menambahkan bahwa pengembangan lahan tidak akan masuk ke kawasan perumahan warga.

BACA JUGA:  Ketua PGRI Konut Asmadin ; Kita Cerdaskan Anak Bangsa 

“Dari sistem tata ruang, wilayah ini masih sangat bagus dan lowong, sehingga sangat ideal untuk penataan tata ruang bandara,” pungkasnya.

Namun demikian, pihak-pihak terkait diharapkan dapat menjaga kawasan tersebut agar tetap sesuai dengan rencana pengembangan dan tidak mengalami kendala pada saat pengembangan pembangunan.

Pembangunan Lanud Konasara dan Skadron 22 Sena didasarkan pada Rencana Strategis TNI AD dalam rangka pembangunan Postur Puspenerbad guna menjaga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III.

Pembangunan pertahanan ini sejalan dengan semangat pembangunan di Kabupaten Konawe Utara, di mana keberadaan Lanud akan memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan daerah. Direncanakan proyek strategis ini bisa rampung dan difungsikan pada tahun 2028, akan datang.

Bupati Konawe Utara, H.Ikbar,SH.,MH.

Bupati Konawe Utara H. Ikbar, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak mulai dari tim konsultan, akademisi, pemerintah daerah baik provinsi maupun Kabupaten Konawe Utara, TNI-AD hingga masyarakat yang sejak awal telah memberikan tenaga dan pikiran dan dukungan penuh demi tersusunnya kajian yang komprehensif ini.

“Secara khusus, keberadaaan Bandara ini bukan sekedar untuk proyek infrastruktur melainkan sebagai lompatan strategi bagi daerah kita yaitu untuk bagaimana cara meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas. Terus yang kedua, mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, itu menguatkan pengembangan sektor unggulan. Dan yang keempat, itu memberikan nilai tambah bagi investasi dan daya saing daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemda Bersama DPRD Konut Menggelar Rapat Paripurna Penyerahan KUA-PPAS Kab.Konut TA.2025

Selain itu, menurut Bupati Konut, hadirnya Bandara dan Skadron Serbaguna ini akan memperkuat fungsi pertahanan negara sekaligus mendukung misi kemanusiaan dari penanggulangan bencana, evakuasi darurat, hingga distribusi logistik.

“Dengan demikian, Bandara ini tidak tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga memiliki nilai strategis bagi ketahanan nasional,” kata Ikbar.

Bupati mengungkapkan, FGD ini merupakan tahap akhir dari perjalanan panjang mulai dari kajian awal, survei lapangan, hingga rancangan teknis.

“Saya berharap forum ini mampu melahirkan rekomendasi komprehensif untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak. Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga berkomitmen penuh untuk mendukung kecepatan” ujarnya.

Kata dia, pembangunan ini melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan TNI-AD. Bupati yakin kolaborasi yang kuat akan membawa manfaat besar bukan hanya untuk masyarakat Konut, tetapi juga untuk kemajuan bangsa.

Redaksi

Penulis: Tim Media Editor: Redaksi
Rajapola