3 Tahun Listrik Tidak Stabil Pemda Konut Desak PLN Agar Segera Bertindak
Anoapos.com | Konut – Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ikbar, SH., MH mendesak pihak PLN agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Hal itu disampaikan setelah adanya koordinasi antara PLN dan Pemerintah Daerah terkait kondisi tegangan listrik yang tidak stabil di wilayah Konut pada Rabu (20/5/2026).
Bupati Ikbar saat pertemuan tersebut menegaskan bahwa sebelum adanya koordinasi resmi antara PLN dengan Pemda Konut, aksi protes dari masyarakat Konawe Utara terlebih dahulu telah terjadi akibat buruknya pelayanan listrik.
“Alhamdulillah tadi pihak PLN datang dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Kami sampaikan bahwa masyarakat Konawe Utara sudah hampir tiga tahun merasakan tegangan listrik yang tidak menentu,” ujar Ikbar.
Menurut Ikbar Akibat kondisi listrik yang tidak baik, banyak peralatan elektronik warga mengalami kerusakan. Bahkan, masyarakat mengaku harus berulang kali memperbaiki barang elektronik mereka akibat tegangan listrik yang tidak stabil.
“Di Konut ini yang panen hanya dua, tukang servis sama kolombos dan Simpatik. Artinya barang belum lunas dibeli sudah masuk servis lagi karena rusak,” katanya.
Ikbar pun meminta PLN tidak hanya fokus pada pelayanan administratif, tetapi juga menjaga kualitas listrik agar tetap stabil dan aman digunakan masyarakat.
Menanggapi hal itu, pihak PLN menyampaikan sejumlah langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk solusi sementara, PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kecamatan Asera.
“PLN sudah menyampaikan bahwa untuk jangka pendek mereka akan membangun PLTD di Asera. Proses pembebasan lahan, perizinan, hingga mobilisasi peralatan dari Surabaya akan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibkar menyampaikan, bahwa sesuai jadwal yang disampaikan PLN, PLTD tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang dengan kapasitas 8 megawatt.
“PLTD ini nantinya akan melayani seluruh wilayah Konawe Utara dan diharapkan bisa menstabilkan listrik dalam jangka pendek,” tambahnya.
Sementara untuk penanganan jangka panjang lanjut Ikbar, pemerintah daerah menunggu pembangunan RKIB di PT. Stargete beserta pembangunan gardu induk berkapasitas 275 megawatt.
Ikbar juga meminta agar sebagian kapasitas listrik dari proyek tersebut dapat diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Konawe Utara.
“Saya sudah minta kepada pimpinan PT. Stargete maupun PLN agar 20 megawatt dari pembangunan RKIB itu dikhususkan untuk masyarakat. Insya Allah tahun 2027 persoalan listrik di Konawe Utara bisa tuntas secara keseluruhan,” tegasnya
Diketahui, dalam koordinasi dengan Bupati Konawe Utara, PLN menyampaikan jadwal pelaksanaan proyek, pekerjaan dimulai pada Mei dan ditargetkan selesai pada Oktober dengan tahap akhir berupa energize atau pengoperasian sistem.
Tahapan awal proyek diawali dengan administrasi surat menyurat antara UP3 Kendari, UID Sulselrabar, dan PLN Pusat. Selanjutnya dilakukan proses penyusunan kajian kelayakan teknis beserta pembahasannya guna memastikan kesiapan proyek dari sisi teknis dan operasional.
Setelah tahap kajian selesai, proses penerbitan anggaran dan perizinan UKL-UPL mulai dilaksanakan. Pada Juni hingga Juli, kegiatan pengadaan serta pekerjaan clearing tanah (cut and fill) dilakukan sebagai persiapan pembangunan infrastruktur utama.
Memasuki Juli dan Agustus, mobilisasi mesin ke Kabupaten Konawe Utara mulai dilakukan. Secara paralel, pembangunan power house dan pembuatan tangki serta instalasi perpipaan juga dikerjakan untuk mendukung kesiapan operasional pembangkit.
Pada bulan September, proyek memasuki tahap pemasangan instalasi mesin dan kelistrikan. Setelah seluruh sistem terpasang, dilakukan testing dan commissioning pada Oktober untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik dan aman.
Selain itu, tahapan evakuasi daya juga dijadwalkan berlangsung sebelum proses energize dilakukan pada akhir Oktober. Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan pasokan listrik di Kabupaten Konawe Utara menjadi lebih andal dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta kebutuhan masyarakat setempat.
















