Anoapos.com | Konut – Abrasi Pantai yang terletak di pesisir pantai Desa Laimeo Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tiba-tiba sontak membuat masyarakat menjadi ramai di sekitar kejadian pada Senin (15/09/2025).
Kejadian abrasi pantai yang berada di wilayah dusun desa Laimeo tersebut, mengalami abrasi yang sangat menimbulkan tanda tanya dari warga setempat, dimana kejadian itu tidak ada tanda-tanda cuaca ekstrim seperti hujan deras, angin puting beliung, gempa bumi dan atau ombak besar.

Menurut para saksi mata mengungkapkan bahwa sebelumnya sekitar pukul 13:00 WITA, tampak ada bentuk pusaran air berputar di bibir pantai, namun tak berlangsung lama, mulailah terjadi abrasi dilokasi tersebut.
” Awalnya ada air berputar dipinggir pantai dan muncul gelembung air laut. Tidak lama kemudian, terbentuk tebing pasir yang lama kelamaan semakin meluas hingga menyebabkan daratan hilang kurang lebih lebar 20 meter dan panjang pantai hilang kurang lebih 80 meter,” ungkapnya Erdinsyah Sekdes Laimeo yang melihat langsung awal proses terjadinya abrasi pantai.
Dikatakan, kondisi cuaca ditempat kejadian masih kondisi normal dan tidak ada angin kencang, gempa bumi atau ombak besar.
” walaupun menimbulkan kerusakan beberapa pasilitas milik masyarakat atas kejadian ini, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hingga saat ini. Kemudian kami masyarakat sangat mengapresiasi pemerintah daerah kabupaten Konawe Utara melalui Kepala BPBD Kabupaten Konut yang sangat tanggap setelah mendapat informasi dari masyarakat, beliau langsung turun ke lokasi kejadian,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ikbar melalui Kepala BPBD Konawe Utara , NS.Muh.Aidin, S.Kep.,MM mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari masyarakat, pihaknya langsung tancap gas menuju ke lokasi kejadian.
” Setelah melihat langsung lokasi kejadian, langsung kami kumpulkan informasi dari masyarakat serta pemerintah Kecamatan dan Desa sebagai bahan kami untuk melaporkan kepada pimpinan yaitu kepada Bapak Bupati Konawe Utara terkait masalah penomena alam yang terjadi di wilayah pesisir pantai Desa Laimeo,” ungkapnya saat di hubungi anoapos.com.
Lanjut,” saat di lokasi kejadian, saya langsung meminta kepada jajaran TNI dan Polri agar langsung memasang garis Polisi. Tujuannya adalah agar lokasi Abrasi Pantai tersebut aman dan agar masyarakat tidak mendekati atau memasuki garis Polisi yang sudah terpasang.
” Terutama para orang tua diimbau untuk mengawasi dan mencegah anak – anaknya agar tidak memasuki wilayah larangan yang sudah dipasang , ini demi menjaga keselamatan bersama. Kemudian, Saya sudah kordinasikan kepada BMKG ( Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) serta BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara. Rencana hari jumat mereka turun lapangan, sudah di police line oleh Polsek Sawa, sudah di himbau masyarakat untuk tidak mendekat di lokasi longsor,” ujar Kepala BPBD Konut.


















