Sebagai Bentuk Syukur, Pemdes Dan Warga Desa Tapunopak Lakukan Prosesi Doa Tolak Bala
Anoapos.com | Konut – Pemerintah Desa Tapunopaka Kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama seluruh elemen masyarakat setempat menggelar tradisi tolak bala sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa agar senantiasa diberikan perlindungan dari segala marabahaya, musibah, dan bencana.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (26/06/2026) yang diikuti oleh pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tapunopaka. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.
Kepala Desa Tapunopaka, Basrun kepada awak media mengatakan bahwa tradisi tolak bala bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan masyarakat melalui doa bersama kepada Allah SWT.
“Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Di saat yang sama, kami memohon perlindungan agar Desa Tapunopaka dan seluruh masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah, bencana, serta diberikan keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan,” kata Basrun.
Ia menambahkan, pelestarian tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur, selama tetap sejalan dengan nilai-nilai agama dan mengedepankan kebersamaan.
” tradisi tolak bala mengandung makna mendalam tentang pentingnya memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Warga yang hadir tampak mengikuti rangkaian doa bersama dengan penuh kekhusyukan. Mereka berharap desa senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan ketenteraman, kesehatan, rezeki yang berkah, serta dijauhkan dari segala bentuk malapetaka.
Untuk diketahui melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Tapunopaka berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius terus terjaga, sehingga masyarakat semakin kompak dalam membangun desa yang aman, damai, dan sejahtera.

















