Gubernur Sultra Bakal Launching Penanaman Padi Gogo di Konut

Anoapos.com | Konut – Bupati Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ikbar,SH.,MH melalui Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Konawe Utara dan sekaligus selaku Kordinator Penyiapan Lahan , Marjono, S.Pd,.M.Si saat ditemui dilokasi kegiatan menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian berbasis kerakyatan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.

” ini bukan sekadar kegiatan pertanian, ini adalah tindak lanjut dari program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan ketahanan pangan di daerah,” ujarnya pada Senin (04/08/2026).

Marjono,S.Pd.,M.Si (kanan), Lokasi kegiatan launching penanaman padi Gogo (kiri) di kelurahan bende.

Ia menjelaskan bahwa penyimpan lahan seluas 33 Ha di Kelurahan Bende Kecamatan Motui untuk kegiatan launching penanaman padi Gogo, Nilam, Sawit dan Jagung hibrida tingkat kabupaten Konawe Utara yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Se- Konawe Utara.

BACA JUGA:  Terkait Alun - Alun Konasara, Begini Penjelasan Kadis DLH Konut 

Kegiatan ini bakal dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Kapolda Sultra, Dandrem 143/HO Kendari, Bupati dan Wabup Konut, OPD dan Forkopimda, Camat dan para kades yang di rencanakan dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025.

“Kita ingin kelurahan bende menjadi salah satu lumbung pangan Konawe Utara. Ini bukan hanya kebijakan, tetapi gerakan bersama untuk menjadikan pangan sebagai fondasi masa depan daerah,” kata Marjono.

BACA JUGA:  KUPP Kelas III Lapuko Gelar Kampanye Keselamatan Pelayaran

Lebih lanjut, harapan kita nantinya tumbuh bersama benih yang ditanam. Melalui program ini, kemudian pemerintah daerah berharap bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar, sembari menjawab tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan global.

“Program seperti ini tidak bisa berhenti di satu titik. Kegiatan ini harus hidup dan membumi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, masa pemeliharaan padi Gogo hanya empat bulan sudah di panen, dan saat panen nanti masyarakat pemilik lahan yang memetik hasilnya.

Redaksi

Penulis: Redaksi Editor: Aras.M
Rajapola