Anoapos.com | Konawe – Bupati Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Yusran Akbar, ST, secara resmi membuka Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe tahun 2025 digelar di pelataran STQ Konawe pada Rabu (5/11/2025) malam.
Bupati Yusran dalam sambutannya menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mempercepat perubahan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun desa.

“Expo Inovasi Desa ini bukan hanya ajang pameran, akan tetapi panggilan untuk mempercepat perubahan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, dan menumbuhkan kreativitas masyarakat desa,” kata Yusran.
Desa Harus Menjadi Motor Pertumbuhan
Yusran menjelaskan, Kabupaten Konawe memiliki 28 kecamatan dan 291 desa dengan luas wilayah sekitar 6.000 km². Dirinya menilai, kemajuan Konawe dalam beberapa tahun terakhir cukup membanggakan yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 11,82 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,50, dan angka pengangguran menurun menjadi 2,95 persen.
Bupati Yusran mengingatkan masih adanya 13,25 persen masyarakat Konawe yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“kalau pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tetapi angka kemiskinan tidak turun, berarti kami belum sukses. Karena itu, kita semua harus bekerja lebih keras dan jujur dalam pendataan agar intervensi program tepat sasaran,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Yusran Akbar juga menyinggung fenomena warga yang tidak jujur saat pendataan sosial, yang dapat menyebabkan data kemiskinan menjadi bias. Pihaknya meminta seluruh kepala desa dan masyarakat terbuka dalam memberikan data riil, agar program pemerintah dapat berjalan lebih efektif.
Ajang Kreativitas dan Kolaborasi.
Melalui Expo Inovasi Desa, Bupati Yusran kembali berharap agar potensi desa-desa di Kabupaten Konawe dapat terekspos lebih luas. Ia mencontohkan, salah satu desa di Konawe telah memiliki pengrajin lokal yang mampu membuat patung Anoa. produk khas Sulawesi Tenggara yang bernilai ekonomi tinggi.
” Kegiatan Expo ini, membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru di desa. Ini membukti kreativitas tidak hanya lahir di kota, tapi juga di desa,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, Expo Inovasi Desa dapat menjadi wadah mempertemukan ide dan inovasi antar desa, sekaligus menjalin kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha dan perbankan. Olehnya itu, Pemkab Konawe turut menggandeng Kadin Sultra, Perbankan BUMN dan mitra strategis lainnya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Yusran Akbar mengumumkan rencana penyelenggaraan Expo Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada peringatan HUT Kabupaten Konawe tahun 2026.
” Insyaallah pada tahun depan, seluruh UMKM dari 291 desa akan kita kumpulkan. Kita ingin produk lokal Konawe dikenal sampai luar daerah,” ujarnya.
Dorong Desa Mandiri dan Global.
Dalam kegiatan tersebut, Yusran menyinggung capaian desa-desa Konawe yang telah melakukan terobosan hingga ke tingkat internasional.
” kita sudah mengutus tiga kepala desa ke Negara Tiongkok yakni dari Desa Morosi, Desa Tanggobu dan Desa Lausujara. Ini menjadi inspirasi agar desa lain bisa belajar keluar negeri,” Yusran Akbar yang juga diketahui pernah menjadi redaktur berita di sebuah media cetak di Sulawesi Tenggara tersebut.
Bersama Syamsul Ibrahim sebagai Wabup Konawe, Bupati Yusran mendorong seluruh kepala desa untuk mencontoh model keberhasilan desa-desa yang maju di Indonesia seperti Desa Pakis di Jengger dan Desa Penglipuran di Bali, dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing.
“desa mandiri adalah desa yang tidak lagi bergantung pada dana transfer, tetapi mampu membiayai dirinya melalui usaha desa dan koperasi,” tambahnya.
Dukung Program Nasional.
Dalam laporannya kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara baru-baru ini. Bupati Yusran Akbar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe terus mendukung program Nasional, di antaranya pengembangan 33 titik dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), dan aktivasi 50 persen Koperasi Merah Putih hingga akhir 2025.
Selain itu juga, rencana pendirian Sekolah Rakyat yang saat ini masih dalam tahap proses administrasi.
“semua ini bagian dari komitmen saya dn pak Wakil Bupati untuk membangun desa dan menata kota menuju Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan,” ucapannya.
Diakhir sambutannya,Yusran Akbar menutup dengan pantun khasnya, “Padi menguning di sawah desa, hasil kerja penuh makna. Mari bangun Konawe bersahaja, untuk Sultra Maju dan Indonesia Jaya,” tutupnya.
Untuk diketahui, acara pembukaan Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe tahun 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara yang didampingi oleh Bupati Konawe bersama Wakil Bupati Konawe, Ketua DPRD Konawe dan jajaran Forkopimda.



















