Pertamina & Hiswana Migas Wajib Transparan! SPBU Takut Bersuara, Kuat Dugaan Masalah Berasal dari Dalam

Pertamina & Hiswana Migas Wajib Transparan! SPBU Takut Bersuara, Kuat Dugaan Masalah Berasal dari Dalam

Anoapos.com | Makassar – Satuan Basis (SATBAS) Banteng Subsidi mengangkat suara tegas terkait krisis BBM yang melanda Makassar dan wilayah sekitarnya. Di tengah kelangkaan parah dan maraknya pasar gelap, muncul fakta mencolok: pengelola SPBU diam dan takut bersuara karena khawatir jatah kuotanya dipotong/dihapus. Hal ini memperkuat dugaan publik bahwa sumber utama persoalan justru berada di lingkungan Pertamina. Hal tersebut sebagaimana disampaikan melalui rilis Resmi Satbas Banteng Subsidi pada Minggu 13 September 2026 pukul 12:36.

Fakta Lapangan

✅ Antrean Panjang & Beban Rakyat: Warga membuang waktu dan tenaga luar biasa
✅ Pasar Gelap Menggila: BBM dijual eceran tak resmi dengan harga tidak wajar
✅ Suara Terkunci: Pihak pelaksana di lapangan bungkam karena takut dibalas pimpinan
✅ Kurang Kejelasan: Pertamina, DPRD dan Pemerintah Daerah dinilai lambat & minim informasi

BACA JUGA:  Wujudkan Program Presiden RI, Kapolres Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Konut Menggelar Bansos Makan Sehat Bergizi 

Pernyataan Ketua SATBAS Banteng Subsidi Sultan Bakri M:

“Kondisi rakyat tertekan. Keheningan pihak SPBU karena terancam, ditambah antrean dan harga gelap adalah bukti kegagalan sistem serta pengawasan. Kami kuat menduga biang keroknya ada di lingkungan Pertamina. Diam bukan solusi; rakyat butuh kebenaran dan keadilan.”

Catatan Khusus & Analisis SATBAS

1. Kekurangan Tenaga Kerja: Jumlah petugas jauh di bawah jumlah nosel/dispenser yang ada
2. Beban Regulasi Baru: Penerapan sistem QR & Kode Bar memperlambat pelayanan drastis
3. Dugaan Penyimpangan Lokal: Oknum di tingkat SPBU terindikasi main prosedur
4. Jaringan Lebih Tinggi: Kuat dugaan permainan oleh oknum Pertamina maupun Depo
5. Dijadikan Bisnis Pribadi: Pasokan disalahgunakan untuk keuntungan pribadi, lupakan hajat hidup orang banyak
6. Pelayanan Buruk: Wajib tambah personil dan perbaiki kinerja
7. Marak Penjual Liar: Muncul pedagang tak resmi di mana-mana
8. Pengawasan Lemah: Aparat harus lebih tegas dan rutin turun
9. Perlu Tindakan Lokal: Pemerintah Daerah segera bentuk Tim Satgas Penanganan Krisis
10. Perluas Infrastruktur: Pertamina wajib bangun SPBU baru yang merata
11. SPBU Khusus: Perlu layanan terpisah untuk sektor Pertanian & Perkebunan
12. Tertibkan Data: Terapkan sistem digital “Satu Kendaraan Satu Identitas” agar jelas
13. Tegakkan Aturan Utama: BBM bersubsidi mutlak dilarang diperjualbelikan bebas/diubah jalurnya
14. Nasib Pertashop: Program ini mandek & merugikan masyarakat; harus dihidupkan kembali dengan alokasi kuota nyata, jangan hanya simbolis tanpa manfaat

BACA JUGA:  Ikbar - Abuhaera Buka Porseni HUT ke-80 RI di Kec. Andowia, Mari Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air

Tuntutan Mendesak SATBAS

1. Transparansi Penuh: Pertamina & Hiswana Migas buka seluruh data distribusi
2. Jaminan Keamanan: Lindungi pihak SPBU agar berani bersaksi dan melapor tanpa ancaman
3. Pasokan Lancar Tanpa Kendala: Hapus hambatan buatan dan penumpukan administrasi
4. Tindak Tegas Oknum: Bongkar jaringan penyimpangan dari pusat hingga titik terjauh
5. Evaluasi Total: Tinjau ulang kebijakan baru yang memberatkan pelayanan rakyat

BACA JUGA:  ABUHAERA HADIRI PEMBUKAAN STQH Ke-28 TINGKAT PROV. SULTRA 

Sumber: SATBAS BANTENG SUBSIDI
(Siaran Pers Resmi untuk Penyebaran Media Luas).

Editorial

Rajapola