Bidik Bibit Pembalap Muda Berprestasi, PBB Resmi Gelar Cup Race 2026 di Kendari

Bidik Bibit Pembalap Muda Berprestasi, PBB Resmi Gelar Cup Race 2026 di Kendari

Anoapos.com | Kendari – Suara mesin balap bakal mengisi kawasan Tugu Religi Eks MTQ Kendari mulai Sabtu, 3 Oktober 2026.

Bukan sekadar tontonan akhir pekan. Arena tersebut disulap menjadi sirkuit nonpermanen untuk menggelar DPW PBB Sultra Cup Race 2026, kejuaraan balap motor yang digagas Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (DPW PBB) Sulawesi Tenggara.

Ketua DPW PBB Sulawesi Tenggara, Dr. H. Ikbar, SH., MH.

Ajang tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

Kehadiran Cup Race ini membawa dua wajah sekaligus. Di satu sisi menjadi panggung adu cepat para pembalap, di sisi lain menjadi ruang bagi anak muda menyalurkan minat dan bakatnya melalui olahraga otomotif.

Bagi masyarakat Kendari, gelaran ini juga menjadi hiburan terbuka di tengah suasana akhir pekan.

Seremoni pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 WITA di halaman Tugu Religi Eks MTQ Kendari.

Pembukaan diawali dengan pembawa acara, doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah itu, Ketua Panitia Pelaksana H. Slamet Riadi, S.P., menyampaikan laporan mengenai kesiapan penyelenggaraan dan peserta.

BACA JUGA:  Menjaring Bibit Muda, Bupati Ikbar Buka Turnamen Bupati Cup 2025 di Basule 

Sejumlah tokoh olahraga otomotif dan pimpinan organisasi kemudian dijadwalkan memberikan sambutan, termasuk Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara dan Ketua DPW PBB Sultra.

Ketua Umum DPP PBB juga dijadwalkan hadir sekaligus membuka secara resmi kejuaraan tersebut.

Setelah seremoni selesai, suasana akan berubah dan para pembalap mulai menjalani sesi kualifikasi dan rangkaian balapan sesuai kelas yang dipertandingkan.

Bagi pembalap, lintasan bukan sekadar tempat memacu motor. Ada strategi, keberanian, konsistensi dan kemampuan mengendalikan kendaraan yang akan diuji.

Sementara bagi penonton, suara mesin dan persaingan di lintasan menjadi bagian dari hiburan yang ditawarkan Cup Race 2026.

Panggung untuk Pembalap Muda

DPW PBB Sultra menyebut kejuaraan tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga otomotif.

Potensi pembalap daerah dinilai perlu mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kompetisi yang terukur.

Dari ajang seperti inilah talenta baru dapat terlihat, pembalap yang hari ini bertarung di lintasan lokal bisa saja memiliki kesempatan untuk berkembang ke level yang lebih tinggi apabila dibina secara konsisten.

BACA JUGA:  Sekda Konut Dukung Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD 2026 

Karena itu, penyelenggara berharap Cup Race 2026 tidak berhenti sebagai agenda sesaat.

Ada harapan munculnya bibit pembalap Sulawesi Tenggara yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Minggu Malam, Juara Naik Podium

Setelah dua hari dipenuhi aktivitas di lintasan, rangkaian kejuaraan akan mencapai puncaknya pada Minggu malam, 4 Oktober 2026.

Agenda penutupan dijadwalkan mulai pukul 19.00 WITA di lokasi yang sama dimana malam penghargaan menjadi momen yang paling ditunggu para peserta.

Para pembalap yang berhasil mencatatkan hasil terbaik di masing-masing kelas akan diumumkan sebagai juara.

Tropi dan hadiah kemudian diserahkan kepada para pemenang. Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama.

Di balik seluruh rangkaian tersebut, panitia memastikan kegiatan dikelola melalui kepanitiaan yang telah dibentuk.

H. Slamet Riadi, S.P. dipercaya sebagai Ketua Panitia, sementara H. Sainuddin Ancoe, S.E., M.Si. menjadi Sekretaris Panitia. Kegiatan tersebut diketahui dan mendapat dukungan dari Ketua DPW PBB Sultra, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., bersama Sekretaris DPW PBB Sultra, Drs. H. Abdul Halik.

BACA JUGA:  Terpilih Jadi Ketua DPW PBB Sultra, Ikbar Bakal Perkuat Basis Kabupaten Dan Kota 

Bagi penyelenggara, Cup Race 2026 bukan hanya perkara siapa yang paling cepat melewati garis finis.

Ada pesan yang ingin dibawa dari balik suara knalpot dan deru mesin: energi anak muda bisa diarahkan ke ruang kompetisi yang positif. Dan selama dua hari, Tugu Religi Kendari menjadi panggung.

Editorial

Rajapola