DPP LAT Dan Kepala Bandara Halu oleo Sepakat Gunakan Bahasa Tolaki
Anoapos.com | Kendari – Sebuah sejarah baru untuk kebudayaan Sultra. Bandara Halu Oleo (HO) Kendari resmi akan menggunakan 3 bahasa dalam setiap pengumuman penerbangan. Yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Tolaki.
Keputusan ini merupakan hasil pertemuan langsung Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) dengan Kepala Bandara HO, Deny Aryanto pada Selasa (28/07/2026).Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bandara HO, Deny Aryanto.
Kepala Bandara menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan silaturahmi DPP LAT. Ia juga berterima kasih atas inisiatif dan saran dari DPP LAT agar pihak bandara melakukan pengumuman menggunakan bahasa lokal Tolaki.
“Sejak awal bertugas di HO, saya sudah berpikir untuk menonjolkan ciri khas kearifan lokal. Hanya saya belum menemukan harus memulai dari mana. Dengan kunjungan LAT, saya sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin penguatan identitas Tolaki di Bandara HO, yaitu:
1. Pengumuman 3 Bahasa: Mulai 1 Agustus 2026, seluruh informasi penerbangan akan diumumkan dalam 3 bahasa: Indonesia, Tolaki, dan Inggris. Perintah ini telah disampaikan kepada Kasi Informasi dan Penerangan Bandara.
2. Siap Diingatkan: Kepala Bandara menyatakan pihaknya siap diingatkan oleh DPP LAT apabila pengumuman dalam Bahasa Tolaki belum berjalan.
3. Etalase Kain Adat: Akan dipajang di area terminal kain Hinoru Ndolaki motif Pinetaopuho sebagai etalase budaya.
4. Foto Prototipe Laika Aha: Akan dipasang foto prototipe Laika Aha di area terminal kedatangan sebagai simbol penyambutan khas Tolaki.
5. Running Text Falsafah: Akan dimunculkan dalam running text di layar bandara Falsafah Inae Konasara Iee Pinesara. Inae Liasara Iee Pinekosara.
6. Penguatan Branding Kearifan Lokal: Komitmen menonjolkan ciri khas Sultra di setiap sudut bandara.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) Sulawesi Tenggara, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A, menyampaikan rasa bangga.
“Ini adalah bentuk nyata negara hadir melalui budaya. Bandara adalah pintu gerbang. Jika tamu pertama kali datang sudah disapa dengan Bahasa Tolaki dan melihat Kalosara, maka mereka akan tahu bahwa mereka mendarat di Bumi Anoa yang beradat,” tegas Dr. Basrin Melamba.
Hal itu senada, Khalid Usman, S.H., M.H., Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAKI DPP LAT juga menambahkan bahwa langkah Kepala Bandara ini sejalan dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Negara wajib memajukan kebudayaan. Hari ini Bandara HO menjadi pelopornya. Kami dari DPP LAT akan terus mengawal implementasinya.
” Keputusan ini bukan sekadar soal bahasa. Ini adalah pengakuan. Pengakuan bahwa Bahasa Tolaki setara dengan bahasa nasional dan internasional di ruang publik,” kata Khalid.
Dikatakan, dari ruang tunggu Bandara HO, Kalosara akan digaungkan. Dari pengeras suara, Mepokoaso akan diperdengarkan. Langkah kecil ini adalah langkah besar, Karena melestarikan bahasa adalah cara paling terhormat untuk tidak melupakan siapa kita.















