Ruksamin Mantan Loper Koran Sukses Duduki Jabatan Strategis Tingkat Nasional

Ruksamin Mantan Loper Koran Sukses Duduki Jabatan Strategis Tingkat Nasional

Anoapos.com | Kendari – Perjalanan hidup tidak selalu dimulai dari kemudahan. Ada yang harus melewati keterbatasan, bekerja keras, bahkan menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi satu tujuan cita-cita guna meraih impian termasuk dalam proses pendidikan.

Kisah ini tergambar dalam perjalanan salah seorang sosok Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng yang kini dikenal sebagai politisi Partai berlambang Bulan Bintang (Partai Bulan Bintang) bahkan pernah menjadi Ketua DPRD Konawe Utara dan menjadi Wakil Bupati Konawe Utara diera kepemimpinan (Aswad Sulaiman) lalu kemudian memimpin Kabupaten Konawe Utara selama dua periode tersebut, ternyata memiliki perjalanan panjang yang berawal dari perjuangan sederhana di bangku pendidikan.

Sebelum mencapai berbagai posisi strategis, Ruksamin pernah menjalani masa-masa sulit untuk membiayai pendidikannya. Salah satunya adalah menjadi loper koran (pengantar koran dari rumah ke rumah) untuk mendapatkan penghasilan demi melanjutkan kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Bagi Ruksamin, pendidikan bukan sekadar jalan untuk memperoleh gelar akan tetapi Pendidikan menjadi pintu untuk mengubah keadaan hidup dan memperluas wawasan dan pengalaman.

Dari lingkungan kampus UMI, pria yang akrab disapa Bang Sam tersebut, menempuh pendidikan di bidang Teknik Kimia. Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan pengabdiannya terus berkembang dirinya pernah menjadi tenaga pendidik, kemudian memasuki dunia politik dan pemerintahan.

BACA JUGA:  DPD LAT Konawe Utara Resmi Dikukuhkan, Begini Pesan Lukman Abunawas 

Karier politik membawanya menjadi anggota DPRD, Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara, Wakil Bupati Konawe Utara, hingga berhasil menjadi Bupati Konawe Utara selama dua periode.

Perjalanan tersebut tidak berhenti pada jabatan pemerintahan.

Ruksamin kembali memperkuat kapasitas akademiknya. Ia melanjutkan pendidikan magister, menyelesaikan pendidikan doktoral, serta kembali ke UMI untuk mengikuti Program Profesi Insinyur.

Perjalanan akademik dan profesinya terus kemudian melahirkan sejumlah capaian gemilang di bidang keinsinyuran, termasuk gelar Insinyur Profesional Madya (IPM), ASEAN Engineer, hingga Insinyur Profesional Utama (IPU).

Dari Perjuangan Pendidikan ke Panggung Politik Nasional

Kini, perjalanan panjang tersebut membawanya ke panggung politik tingkat nasional.

Ruksamin dipercaya mengemban posisi sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (Sekjen DPP PBB) periode 2025–2030.

Posisi tersebut merupakan bagian lain dari perjalanan seorang anak daerah yang pernah berjuang menjajakan koran untuk membiayai kuliahnya.

Kisah Ruksamin menjadi gambaran dan inspiratif bahwa latar belakang kehidupan bukan menjadi batas bagi seseorang untuk mencapai tujuan dan impian. Justeru, keterbatasan yang dihadapi sejak awal dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, ketekunan, dan daya juang.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem Hujan dan Angin Kencang Merusak Sejumlah Rumah Warga Di Kecamatan Sawa

Dari seorang mahasiswa yang harus bekerja untuk membiayai pendidikan, perjalanan Ruksamin berkembang menjadi seorang pendidik, legislator, kepala daerah, akademisi sekaligus profesional di bidang keinsinyuran, hingga sekarang berada didalam struktur kepemimpinan partai politik tingkat nasional.

Namun, di balik perjalanan panjang tersebut terdapat satu benang merah yang tidak terputus: pendidikan sebagai fondasi perubahan.

UMI dan Jejak Yang Tidak Terputus

Hubungan Ruksamin dengan UMI juga tidak berhenti setelah ia menyelesaikan pendidikan. Sebagai alumni, ia tetap memiliki keterikatan dengan almamaternya. Bahkan, ia kemudian dipercaya menjadi bagian dari Ikatan Keluarga Alumni UMI Wilayah Sulawesi Tenggara.

Bagi dunia pendidikan, kisah seperti sosok Ruksamin menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang alumni tidak hanya diukur dari jabatan yang berhasil diraih, akan tetapi sejauh mana proses pendidikan membentuk kemampuan untuk memberi dampak positif di tengah masyarakat.

Perjalanan Ruksamin memperlihatkan satu hal sederhana yaitu kesuksesan tidak selalu lahir dari keadaan yang serba cukup. Terkadang, ia tumbuh dari keterbatasan, dari keringat, dari keberanian mengambil pekerjaan apa saja yang halal, dan dari keyakinan bahwa pendidikan layak diperjuangkan.

BACA JUGA:  Program Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Lembo Sasar 296 Siswa SMA 

Dari menjual koran demi membayar biaya kuliah, Ruksamin kemudian melalui perjalanan panjang hingga dipercaya menduduki posisi strategis di tingkat nasional.

Dari kampus, menjadi dampak. Dari perjuangan sederhana, menuju panggung pengabdian yang lebih luas.

Kisah tersebut menjadi pesan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membuka jalan bagi seseorang untuk mengubah masa depan—baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.

Editorial

Rajapola