Guna Peningkatan Ekonomi, Pemda Konut Dorong Program Inovasi Desa

H.Ruksamin
H.Ruksamin

Anoapos.com | Konut – Program Inovasi Desa (PID) dapat diartikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa yang terfokus dalam 3 sasaran program diantaranya Pengembangan Wirausaha, Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta Pengadaan Infrastruktur Desa.

Diketahui, Tujuan Utama Program Inovasi Desa Menurut KepmenDesa PDTT No. 48 Tahun 2018 adalah untuk mendorong pembangunan Desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa sehingga dalam hal ini, upaya ini dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

Ketua TIM Desa Inovasi RI, Prof.Dr.Hj.R.Zuhro (kiri), Sekretaris DPMD Konut Amir Mahmud Moita,S.Sos.MM saat di Desa Laramo.

Berdasarkan hal tersebut, kini Pemerintah Daerah (Pemda ) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawah kepemimpinan Bupati.Ruksamin dan Wabup Abuhaera sedang mendorong Program Inovasi Desa di Bumi Oheo Konawe Utara.

BACA JUGA:  Meski Belum Dilantik, Arman Wujudkan Janji Membangun Desa

” Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang kita miliki, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat terutama bagi masyarakat di Pedesaan. Lahan pertanian kita sangat luas, begitu juga sumber daya perikanan kita juga sangat besar untuk dikelola dengan baik,” kata Bupati Konut, H.Ruksamin kepada Anoapos.com.

Lebih lanjut, Ruksamin menambahkan bahwa melalui PID tersebut, sekarang ini kita dorong 159 Desa yang tersebar di 13 Kecamatan untuk melaksanakan program itu.Tentunya tetap di Selaraskan antara program pemerintah pusat dan daerah.

” Sebagai permulaan kita bisa melihat kegiatan PID di Desa Laramo Kecamatan Lembo. Semua potensi desa Laramo yang dimiliki, dikelola berbasis inovatif. Limbah sampah anorganik diolah menjadi barang bernilai ekonomis. Hasil pertaniannya juga dipasarkan di desa setempat, dan ada beberapa kegiatan yang dapat menumbuhkan ekonomi warga,” ungkapnya.

BACA JUGA:  KADIN Sultra Bersinergi Dengan KADIN Jatim , Untuk PEN

Dalam pelaksanaan kegiatan PID ini , kita bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada Pemerintah Desa dan Masyarakat.

” Hampir semua kegiatan PID, itu kita siapkan anggarannya. Insyaallah hasilnya berdampak positif terhadap ekonomi desa dan Daerah pada umumnya serta program tersebut berjalan secara berkelanjutan,” tutup Ruksamin.

Hiasan Gantung Kunci Karya Inovatif warga Desa Laramo yang terbuat dari sampah anorganik

Sementara itu, Kadis DPMD Konut Syukur Impi,S.STP melalui Sekertaris DPMD Konut, Amir Mahmud Moita, S.Sos.,MM menambahkan bahwa untuk pelaksanaan PID, sekarang kita baru fokus di Desa Laramo nanti dikembangkan kepada 32 desa.

” Untuk saat ini Ketua Tim Desa Inovasi RI dan atas nama BRIN, Prof.Dr.Hj.R.Zuhro masih fokus dulu melakukan bimbingan dan pendampingan di Desa Laramo. Nanti desa lain akan menyusul,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Ruksamin Terima Anugerah World Peace Award dari WPO

Untuk diketahui, ada beberapa pengembangan Program Inovasi Desa di Desa Laramo diantara adalah, Ekonomi Kreatif, Pertanian dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Redaksi

× Chat Redaksi